Allequa Perucha Peduli & Apresiasi Keragaman Budaya Indonesia

Kabaretegal – Allequa Perucha, sosok muda multitalenta, yang peduli dan mengapresiasi keragaman budaya Indonesia. Finalis Top 20 GADIS Sampul 2021, serta Best Talent dan Best Evening Gown Putri Tenun Songket Indonesia 2024 ini baru saja merilis single lagu ciptaan sendiri yang diberi judul Life pada pertengahan Maret 2025

Dengan mengenakan kostum Dewi Sri, hasil rancangan Nanang Sharna, seorang desainer dan budayawan yang dikenal sebagai Maestro Batik Tulis, Allequa Perucha menghadiri acara Peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia yang digelar Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan.

“Saya senang banget melihat keragaman budaya Indonesia yang banyak banget, seperti Tarian Menumbuk Jagung, yang juga dikenal sebagai Tari Katumba,“ kata Allequa Perucha Putranto kepada wartawan, seusai acara Peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia yang digelar Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A, Lt 1, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta, Kamis (7/8/2025).

Lebih lanjut, Allequa menerangkan, banyak histori tentang budaya pangan (makanan). “Saya juga seneng melihat berbagai makanan tradisional, “ terangnya.

Allequa mengaku jujur dirinya sering datang ke berbagai event kebudayaan, tapi yang event budaya pangan ini baru pertama kali. “Saya senang sekali mengikutinya, “ bebernya.

Perihal makanan tradisional, Allequa sempat mencoba sorgum. “Saya suka dan keluarga saya juga suka. Indonesia memang keren,” tegas Allequa.

Harapan Allequa ke depan mengenai makanan tradisional. “Saya berharap makanan tradisional dilestarikan oleh generasi muda.

Allequa menyampaikan, makanan tradisional sangat beragam dan kaya rasa. Setiap daerah memiliki makanan khasnya masing-masing yang mencerminkan budaya dan kekayaan alam Indonesia. Keren juga anak-anak muda turut peduli dan melestarikannya, “ pungkas Allequa optimis.

Adapun, Nanang Sharna, turut mendukung acara Peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia yang digelar Direktorat Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan.

“Saat saya aktif bergiat mempopulerkan dan mensosialisasikan makan pokok jenis sorgum, bahkan saya sampai ke pelosok negeri memproduksi sorgum sebagai wujud ketahanan pangan bangsa Indonesia, “ ujar Nanang Sharna yang kini aktif berkegiatan di Sorghum Sejahtera Foundation (SSF).***

About AKHMAD SEKHU

Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan, ini lahir 27 Mei 1971 di desa Jatibogor, Suradadi, Tegal, Jawa Tengah. Tinggal di Jakarta, bekerja sebagai wartawan. Puisi-puisinya masuk sekitar 80 buku antologi komunal (1994-2025). Buku antologi puisi tunggalnya; Penyeberangan ke Masa Depan (Yayasan Sastra Gading, 1997), Cakrawala Menjelang (Yayasan Aksara Indonesia, 2000), Memo Kemanusiaan (Balai Pustaka, 2022). Novelnya: Jejak Gelisah (2005) diterbitkan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo, Gramedia Group), Chemistry (Bubble Books, 2018), Pocinta (Prabu21, 2021). Catatan tentang kesastrawanannya masuk dalam Bibliografi Sastra Indonesia (2000), Leksikon Susastra Indonesia (2001), Buku Pintar Sastra Indonesia (2001), Leksikon Sastra Jakarta (2003), Ensiklopedi Sastra Indonesia (2004), Gerbong Sastrawan Tegal (2010), Apa & Siapa Penyair Indonesia (2017), dan lain-lain. Karya-karyanya sudah banyak dijadikan bahan penelitian dan skripsi tingkat sarjana. Memenangkan Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999) dan Pemenang Favorit Sayembara Mengarang Puisi Teroka-Indonesiana "100 Tahun Chairil Anwar" (2022).

View all posts by AKHMAD SEKHU →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *