KabareTegal – Kita patut memberi apresiasi kepada Perkumpulan Keluarga Kabupaten Tegal – Slawi Ayu (PKKT-SA) yang telah sukses menggelar acara Halal Bihalal PKKT-SA se-Jabodetabek di Pusat Perbekalan Angkutan Angkatan Darat (Pusbekangad) Jl. Raya Bogor No.2 Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (19/4/2026).
Ribuan warga Tegal di Jabodetabek membludag tampak begitu antusias sekali menghadiri acara halal bihalal yang digelar PKKT-SA. Makanan yang disajikan khas Tegal, yakni sate kambing, soto tauco, kupat glabed, martabak, nasi ponggol, dan lain-lain.
Ketua Umum PKKT-SA Letkol (Pur) TNI AD Drs. H. Darmawan, menyampaikan dalam sambutannya, kebanggaan atas kehadiran warga Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes.

Darmawan mengucapkan terima kasih kepada Kepala Pusbekangad, Mayor Jenderal Arif Hartoto, SE., M.SC., yang telah memberikan tempat untuk acara halal bihalal. “Ini semua berkat dari beliau, “ ujarnya.
Menurut Darmawan, ada perintah dari Pak Leles, Ketua PJT, bahwa setiap kota atau kabupaten harus mempunyai komunitas.”Makanya kami mendirikan Perkumpulan Keluarga Kabupaten Tegal – Slawi Ayu (PKKT-SA) pada bulan November 2022, “ ujarnya.
Darmawan menyebut para pendiri PKKT. “Bapak Darmawan, Bapak Fatchudin, Pak Iman Sukirno dan saya sendiri, “ bebernya.
Pada hari ini, kata Darmawan, PKKT menggelar acara halal bihalal yang kedua. “Kalau halal bihalal yang pertama pada 2023 sewaktu pandemi Covid yang waktu itu dihadiri Wakil Bupati Tegal Pak Ardi, “ paparnya.
Darmawan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tegal dan Wakil Bupati Tegal yang pada malam ini meluangkan waktu untuk menyapa warganya di Jabodetabek. “Khususnya warga Kabupaten Tegal, “ tegasnya.
Mewakili segenap jajaran panitia halal bihalal PKKT, Darmawan mohon maaf kalau halal bihalal ada kekurangan, baik menyiapkan tempat dan menyiapkan hidangan.
“Harapan kami ke depan dapat mengadakan acara halal bihalal lebih baik lagi, “ harapannya.
Darmawan menyampaikan kegiatan PKKT ke depan, rencananya akan melaksanakan kegiatan penanaman pohon di wilayah Guci yang kemarin kena longsor. “Beberapa waktu yang lalu, PKKT telah melakukan program pembagian beras dan sembako di wilayah Guci yang kena longsor, dan beberapa tahun yang lalu PKKT telah melaksanakan tebar benih 3500 ekor ikan di Waduk Cacaban,“ uraiannya.
Darmawan menyebut PKKT baru berumur 3,5 tahun. “Mohon dukungan agar PKKT semakin maju dan berkembang ke depan, “ pungkas Darmawan.

Ketua Harian PKKT-SA Edy Budiyarso, S.Pd., S.H., M.H., menyampaikan beberapa hal yang pada intinya, bahwa halal bihalal ini mempererat orang-orang Tegal untuk saling kenal. “Kami selaku PPKT hanya bersifat mempertemukan, mudah-mudahan silaturahmi ini menjadi penyambung kerja sama kita yang berlanjut, “ ujarnya.
Acara ini terselenggara berkat Pusbekangad yang dengan team-nya bekerja keras untuk acara halal bihalal ini.
“Kami juga menyampaikan Dispora Kabupaten Tegal yang memberikan bantuan masakan khas Tegal dibawa ke acara halal bihalal ini, “ bebernya.
Edy menyampaikan salam dari Ketua MPR H. Ahmad Muzani untuk warga Tegal karena berhalangan hadir. “Mohon maaf sebesar-besarnya, semoga di lain kesempatan bisa bertemu lagi,“ bebernya.
“Khusus untuk Kapusbekangad dan para senior di Pusbekangad, beliau menyampaikan untuk mengundang ngopi-ngopi di Gedung MPR, “ imbuhnya.
Edy menyebut 34 paguyuban yang tergabung dalam PPKT. “Alhamdulillah membludag sekitar seribu lebih pengunjung halal bihalal hari ini, “ tuturnya penuh rasa syukur.


Ketua PJT (Paguyuban Jawa Tengah) Drs. H. Leles Sudarmanto Mangku Nagoro, MM., MBA., CRP., menyampaikan penghormatan kepada tokoh-tokoh Tegal, serta Bupati Tegal dan Wakil Tegal, yang hadir di acara halal bihalal PKKT.
“Mudah-mudahan kita bisa kerjasama dengan Bupati dan Wakil Bupati beserta jajarannya untuk pertanian di Tegal yang produktifitasnya tinggi untuk dikerjasamakan dengan FoodEstate Jakarta, saya siap memfasilitasi untuk membantu petani-petani Tegal, “ ujarnya.
“Silaturahmi terus kita upayakan agar sinergitas kita dapat terus bergerak untuk kepentingan masyarakat kabupaten Tegal, “ tegasnya.

“Kami sangat mengapresiasi acara ini, mudah-mudahan acara ini bisa membawa manfaat lebih besar lagi bagi masyarakat kabupaten Tegal, “ ujarnya.
“Tentu sejauh apapun Bapak Ibu merantau, sehebat Bapak Ibu di Jakarta, hatinya tetap di Tegal, “ ungkapnya mantap.
Ischak menyebut dirinya menjabat sebagai Bupati Tegal sudah setahun lebih, dimana pertumbuhan ekonomi di kabupaten Tegal 5,92 persen. “Semua itu tentu berkat dukungan Bapak Ibu semuanya, “ tegasnya.
Menurut Ischak, Guci menjadi obyek wisata andalan Tegal. “Kita patut bangga kabupaten Tegal punya Guci adalah pemandian air panas terbaik se-Indonesia, “ ungkapnya bangga.
Ischak menyampaikan bahwa kejadian banjir bandang di Guci dan tanah bergerak di Padasari, menjadikan pihaknya jadi lebih kuat. “Karena Tuhan tidak akan menguji hamba-Nya melebihi kemampuannya, “ ujarnya.
Ischak menyampaikan, Dispora kabupaten Tegal bekerjasama dengan RSUD Susilo Slawi membuat program Guci Medical Wellness yaitu konsep wisata kebugaran terpadu yang diluncurkan di kawasan wisata Guci. “Program ini memadukan potensi alam seperti sumber air panas alami dengan layanan kesehatan modern untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental, “ terangnya.
“Tujuannya mengubah Guci tidak hanya sebagai tempat rekreasi biasa, tetapi menjadi pusat kebugaran terpadu yang mempromosikan gaya hidup sehat dan berkelanjutan, “ pungkas Ischak sumringah.
Acara halal bihalal yang dipandu Toha Laka-laka, Kuntati dan Ovie ini semakin meriah dan seru dengan penampilan Mas Limbad yang melakukan atraksi makan paku.***


