Kabaretegal – Kita patut memberi apresiasi tinggi kepada Desa Sinema Kepunduhan (DSK) yang begitu semangat menggerakkan perfilman berbasis lokal di Tegal.
Hujan lebat tak menyurutkan semangat para penggiat sinema untuk berkegiatan sehingga Desa Sinema Kepunduhan (DSK) sukses menggelar program Sinema Keliling Desa di halaman sekolah SDN Jatibogor 01. Sebuah program nobar dan edukasi film dengan memutar film-film pendek produksi DSK yang fenomenal dan meraih banyak penghargaan.
Lebe Nuratmo yang mewakili pemerintahan desa Jatibogor menyampaikan rasa terima kasih kepada DSK yang mau menggelar acara Sinema Keliling Desa.

“Ini kesempatan baik bagi kami warga desa Jatibogor dengan acara nobar dan edukasi film, “ ujarnya di lapangan sekolah SDN Jatibogor 01, Jl. Laban No. 20, dukuh Kebasuran, desa Jatibogor, kecamatan Suradadi, kabupaten Tegal, Sabtu (11/4/2026).
Lebih lanjut, Nuratmo menerangkan bahwa warga desa Jatibogor sebenarnya punya minat yang besar terhadap perfilman. “Terlihat dari beberapa sosok warga yang berkecimpung dalam dunia perfilman, “ terangnya.
Menurut Nuratmo, ada warga desa Jatibogor yang turut berkiprah dunia perfilman. “Mas Akhmad Sekhu, wartawan film dan juga sastrawan, yang cerpennya dijadikan film oleh Desa Sinema Kepunduhan berjudul ‘Krenteg’, yang ceritanya diadaptasi dari kisah nyata di Jatibogor, “ ungkapnya mantap.

“Ini program kami yang digelar di berbagai kecamatan di kabupaten Tegal, “ ujarnya.
Marjo menyatakan DSK terbuka bagi siapa saja yang mau belajar tentang perfilman. “Kami terbuka bagi para warga Tegal dan sekitarnya yang mau belajar akting, penulisan cerita, penyutradaan, penataan kamera, dan lain-lain, “ paparnya.
Menurut Marjo, Desa Sinema Kepunduhan terbentuk sekitar tahun 2018 tujuannya adalah menyosialisasikan program-program pemerintah baik daerah maupun pusat yang dikemas dalam sebuah film pendek.
Selain itu juga menyampaikan saran kritik dan masukan dari masyarakat juga dikemas dalam sebuah karya film. “Mungkin saya bisa menyebut Desa Kepunduhan ini satu-satunya desa yang membuat film, sehingga pada akhirnya diberi nama Desa Sinema Kepunduhan,” ucapnya bangga.
Dari awal terbentuk tahun 2018 sampai sekarang, sebanyak 121 warga Desa Kepunduhan ikut terlibat dalam proses produksi pembuatan film pendek.
Selain dari warga Desa Kepunduhan, dukungan dari pihak luar juga sangat luar biasa termasuk aktor, ide dan lain-lain, namun 90 persen aktor dari Desa Kepunduhan.
Sebagai pemantik, Marjo juga mendatangkan aktor yang dikenal khususnya di wilayah Tegal Raya.
“Sejauh ini karya yang sudah dihasilkan Desa Sinema Kepunduhan untuk film pendek berdurasi 10-15 menit sebanyak 26 film. Sedangkan untuk film pendek berdurasi 3 menit sebanyak 30an film, “ tegasnya.
Marjo berharap masyarakat mau belajar perfilman di Desa Sinema yang dikelolanya. ”Di Desa Sinema, kita bisa bersama turut memajukan dunia perfilman,” pungkas Marjo.
Adapun, dalam Program Sinema Keliling Desa di SDN Jatibogor 01 menghadirkan tiga pembicara, yaitu Hernandes Saranela, Akhmad Sekhu dan Prasetya BM dengan moderator Lukman Nur Rismanto.
Perlu diketahui, Hernandes Saranela (Andes) adalah seorang seniman, sutradara, dan praktisi meditasi yang berbasis di Yogyakarta. Ia dikenal sebagai holistic guide (pemandu meditasi/ kesadaran tubuh), sutradara film, dan vokalis band black metal. Ia juga aktif dalam seni peran, teater, serta studi dokumenter.
Akhmad Sekhu adalah wartawan yang juga dikenal sebagai wartawan kelahiran desa Jatibogor. Karya-karyanya masuk sekitar 90 buku antologi komunal (1994-2026). Karya-karyanya sudah banyak dijadikan bahan penelitian dan skripsi tingkat sarjana. Memenangkan Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999) dan Pemenang Favorit Sayembara Mengarang Puisi Teroka-Indonesiana “100 Tahun Chairil Anwar” (2022).
Cerpen ‘Berangkat’ karya Akhmad Sekhu yang dimuat di koran Republia dan terinspirasi dari kisah nyata di desa Jatibogor dijadikan film pendek ‘Krenteg’ oleh DSK dengan sutradara Marjo Klengkam Sulam. Film ini memborong penghargaan di Festival Film Tegal (FFT) 2019, yakni Aktris Terpilih, Aktor Terpilih, Sutradara Terpilih, Poster Terpilih dan Film Favorit.
Prasetya BM adalah pegiat perfilman dan juga praktisi film di Desa Sinema Kepunduhan yang membahas tentang akting.
Acara yang dipandu MC Kang Hendri dan Yu Endang Margondang ini memutar empat film, yaitu Brangasan, Sumirah, Tabah dan Krenteg.
Setelah sukses menggelar di desa Sidamulya, Warureja dan desa Jatibogor, Suradadi, DSK siap menggelar program Sinema Keliling Desa di beberapa kecamatan lainnya, yaitu Warureja, Lebaksiu, Jatinegara, Bumi Jawa dan Margasari.***


