Edy Budiyarso Apresiasi HIPWIN Ikut Pemeran Kuliner & Mengenalkan Warteg di Melbourne, Australia

KabareTegal – Dekat tradisi kuliner, warteg akrab “Food Safety”. Hal ini disampaikan oleh Edy Budiyarso, Pembina Himpunan Pedagang Warung Tegal Indoensia (HIPWIN) dalam acara halal bi halal pedagang Warteg di Hotel Bahari Inn, kota Tegal, Selasa (24/3/2026).

Dihadapan ratusan pedagang warteg se-Jabodetabek yang sedang pulang mudik ini Edy menyampaikan sumbangsih pedagang warteg yang besar dalam menyediakan makanan bagi kelompok menengah ke bawah di Ibu Kota Jakarta.

“Sekarang warteg sudah naik kelas, beberapa pengurus Hipwin mensupport program utama Presiden mengelola MBG. Bahkan baru-baru utusan HIPWIN ikut pemeran kuliner dan mengenalkan Warteg di Melbourne Australia,” kata Edy.

Hadir dalam acara halal bi halal Ketua Umum HIPWIN Rojikin, Johari tokoh Tegal yang juga mantan kepala pendapatan daerah  Jakarta, serta para koordinator wilayah HIPWIN se-Jabodetabek.

Edy yang juga Staf Ahli Ketua MPR ini mengatakan, “Puji syukur dapur MBG yang dikelola orang Tegal zero accident. Karena secara tradisi orang Tegal erat dengan budaya kuliner. Dengan sendirinya sangat peduli pada food safety,” ujarnya.

Edy pun mencontohkan warteg-warteg sekarang ini memiliki tampilan menarik, bersih, dan higienes. Tetapi tetap ramah di kantong warga kelas menengah ke bawah Jakarta.

Mantan wartawan senior ini pun menceritakan pada krisis moneter 1997/1998 Warteg membantu saudara yang  banyak kehilangan pekerjaan khususnya di Jakarta. Warteg menjadi foods shelter. “Kita masih ingat orang makan di warteg cukup bawa kupon makan,” katanya.***

About AKHMAD SEKHU

Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan, ini lahir 27 Mei 1971 di desa Jatibogor, Suradadi, Tegal, Jawa Tengah. Tinggal di Jakarta, bekerja sebagai wartawan. Puisi-puisinya masuk sekitar 80 buku antologi komunal (1994-2025). Buku antologi puisi tunggalnya; Penyeberangan ke Masa Depan (Yayasan Sastra Gading, 1997), Cakrawala Menjelang (Yayasan Aksara Indonesia, 2000), Memo Kemanusiaan (Balai Pustaka, 2022). Novelnya: Jejak Gelisah (2005) diterbitkan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo, Gramedia Group), Chemistry (Bubble Books, 2018), Pocinta (Prabu21, 2021). Catatan tentang kesastrawanannya masuk dalam Bibliografi Sastra Indonesia (2000), Leksikon Susastra Indonesia (2001), Buku Pintar Sastra Indonesia (2001), Leksikon Sastra Jakarta (2003), Ensiklopedi Sastra Indonesia (2004), Gerbong Sastrawan Tegal (2010), Apa & Siapa Penyair Indonesia (2017), dan lain-lain. Karya-karyanya sudah banyak dijadikan bahan penelitian dan skripsi tingkat sarjana. Memenangkan Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999) dan Pemenang Favorit Sayembara Mengarang Puisi Teroka-Indonesiana "100 Tahun Chairil Anwar" (2022).

View all posts by AKHMAD SEKHU →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *