KabareTegal – Musim kemarau tiba. Kekeringan telah melanda Tegal. Banyak warga yang terdampak. Untuk itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Hingga Kamis, 13 Agustus 2026, sebanyak 276.000 liter air bersih telah didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal.
Bantuan tersebut disalurkan selama 34 hari melalui 69 kali pengiriman tangki air. Distribusi air bersih telah menjangkau 30.860 jiwa atau 7.672 kepala keluarga (KK) di sejumlah desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo mengatakan distribusi bantuan akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih.
“Ini sudah hari ke-34 kami menyalurkan bantuan air bersih. Kami terus berupaya menjangkau warga yang membutuhkan,” kata Iman, Kamis (13/8/2026).
Bantuan Air Bersih Menjangkau Sejumlah Kecamatan
Distribusi air bersih dilakukan di sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan, termasuk Kecamatan Suradadi, Jatinegara, Warureja, dan Balapulang.
Di Kecamatan Suradadi, bantuan disalurkan ke Desa Jatimulya sebanyak enam tangki atau 24.000 liter, Desa Kertasari 16 tangki atau 64.000 liter, serta Desa Harjasari 17 tangki atau 68.000 liter.
Total bantuan air bersih yang dikirim ke tiga desa di Kecamatan Suradadi mencapai 39 tangki atau 156.000 liter.
Sementara itu, di Kecamatan Jatinegara, Desa Lembahsari menerima satu tangki atau 4.000 liter. Kemudian Desa Dukuhbangsa menerima 10 tangki atau 40.000 liter, sedangkan Desa Mokaha menerima satu tangki atau 4.000 liter.
Dengan demikian, total bantuan air bersih untuk tiga desa di Kecamatan Jatinegara mencapai 12 tangki atau 48.000 liter.
PMI Kabupaten Tegal juga menyalurkan bantuan ke Desa Kedungkelor, Kecamatan Warureja, sebanyak 10 tangki atau 40.000 liter.
Adapun di Kecamatan Balapulang, bantuan disalurkan ke Desa Harjawinangun sebanyak tujuh tangki atau 28.000 liter serta Desa Sesepan sebanyak satu tangki atau 4.000 liter. Total distribusi di wilayah tersebut mencapai delapan tangki atau 32.000 liter.
Warga Kesulitan Mendapatkan Sumber Air
Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal Sunarto mengatakan, kondisi kekeringan di sejumlah desa membuat warga semakin kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut dia, sebagian warga harus mencari sumber air ke lokasi yang cukup jauh. Bahkan, di beberapa wilayah Kecamatan Jatinegara, warga mencari air hingga ke area persawahan dan hutan.
“Memang kondisinya memprihatinkan. Banyak warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Di Jatinegara, misalnya, warga ramai-ramai mencari air ke persawahan bahkan sampai ke tengah hutan,” ungkap Sunarto.
Air yang diperoleh warga kemudian digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sehari-hari lainnya.
Sebagian warga juga memilih membeli air galon untuk mencukupi kebutuhan. Namun, pilihan tersebut menjadi beban tambahan, terutama bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.
Karena itu, PMI Kabupaten Tegal mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih untuk segera melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah desa atau langsung kepada PMI.
“Kalau ada warga yang mengalami krisis air bersih, segera laporkan kepada pemerintah desa atau PMI. Kami akan berupaya membantu menyalurkan air bersih,” ujarnya.
Sunarto juga meminta masyarakat menggunakan bantuan air secara bijak dan memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak.
“Air yang sudah disalurkan supaya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan yang benar-benar penting,” katanya.
PMI Kabupaten Tegal memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dan laporan dari wilayah terdampak kekeringan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama sumber air di sejumlah desa masih mengalami penurunan akibat musim kemarau.***


