KabareTegal – Muda, cantik jelita, penuh percaya diri. Demikian seperangkat predikat yang melekat pada diri Princesza Leticia yang terus berkarya kreatif, film maupun musik.
Aktris cilik asal Yogyakarta itu kali ini menunjukkan bakatnya dengan membintangi film ‘Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula’.
Tak hanya berakting, Leticia juga dipercaya untuk mengisi soundtrack film tersebut.
“Karena saat awal casting saya sudah dites kemampuan akting, menyanyi, dan dance,” ujar Leticia usai pemutaran film di Metropole XXI, Kompleks Megaria, Jl. Pegangsaan Timur No. 21, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026) malam.

Kepercayaan itu datang begitu proses syuting usai. Leticia mengaku ditawari untuk sekaligus menyanyikan lagu tema film yang dibintanginya. “Jadi begitu selesai syuting, saya ditawari untuk menyanyi sekalian mengisi soundtrack filmnya. Penonton jadi bisa menikmati akting sekaligus suara saya,” beber Leticia tampak begitu sangat bersemangat.
Menjalani dua peran sekaligus sebagai aktris dan penyanyi bukan hal sulit baginya. Leticia mengaku akrab dengan dunia tarik suara sejak kecil. Apalagi, lagu yang dibawakannya memiliki karakter ringan dan mudah diingat.
“Terus terang saya sama sekali tak merasakan kesulitan selama proyek ini, karena saya memang sudah suka bernyanyi. OST film ini juga lagunya ringan dan mudah dihafal. Untuk aktingnya sendiri saya sangat enjoy berperan sebagai Kirana, karena sifat Kirana sebelas dua belas dengan karakter asli saya,” paparnya.
Kecintaan Leticia pada dunia seni memang sudah tumbuh sejak usia dini. Ia mengawali aktivitasnya dari dunia modelling saat masih duduk di bangku TK. Memasuki usia SD, Leticia bergabung dengan Gendis Manis Jogja, kelompok vokal yang turut mengasah kemampuannya sebagai penyanyi, penari, model, aktris, hingga MC.
Pengalaman tersebut membuatnya menjadi modal Leticia ketika membawakan lagu berjudul ‘Teman Selalu’. Berduet dengan Axandro, lagu itu mengangkat kisah hangat tentang makna persahabatan.
‘Maju: Jejak Pahit Si Kembang Gula’ adalah film aksi remaja yang disutradarai oleh Franklin Darmadi. Kisahnya tentang empat sahabat (Kirana, Hanna, Gerald, dan Bagas) yang melakukan survei lokasi Jambore bersama Pak Wira, guru mereka yang dikenal disiplin, perjalanan ini awalnya berlangsung penuh semangat dan keceriaan.
Kunjungan berubah menjadi mimpi buruk saat Bagas menghilang secara misterius setelah menunjukkan perilaku aneh.
Menghilangnya Bagas memaksa teman-teman dan gurunya untuk nekat melakukan pencarian dan membuka misteri kelam dibalik julukan “Kembang Gula”.
Di balik pencarian tersebut, film ini juga mengangkat isu sosial genting mengenai bahaya peredaran gelap narkotika yang menargetkan kalangan remaja dan anak-anak.
Sebagai informasi, Princesza Leticia adalah seorang seniman multitalenta, aktris, dan penyanyi asal Yogyakarta. Ia aktif berkecimpung di industri hiburan Indonesia sejak kecil sebagai model, penyanyi (tergabung dalam Gendis Manis Jogja), serta membintangi berbagai film layar lebar dan serial.
Darah seni yang mengalir kuat dalam dirinya telah membawanya terlibat dalam berbagai bidang hiburan, baik film maupun serial.
Dikenal atas perannya dalam film Maju, Dancing Village: The Curse Begins, The Forbidden Camp: Mass Possession, dan Losmen Bu Broto: The Series.
Selain akting, ia juga berkarier di dunia tarik suara dengan merilis lagu seperti Teach Me to Forgive.
Mengawali karier modelling sejak taman kanak-kanak, ia juga mengasah keterampilannya sebagai dancer dan pembawa acara (MC).
Selain dibintangi Princesza Leticia, filmnya diperkuat oleh jajaran para pemain hebat, yakni Bukie B. Mansyur, Sarah Sechan, Unang Bagito, serta para pemain cilik seperti Princesza Leticia, Bebe Gracia, Aradhana Rahadi, Axandro Juliano, dan Alby Ersani.
Proyek film yang didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini siap tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 6 Agustus 2026.***



The soundtrack sounds intriguing. Wonder what inspired the choice of music for the film?