WMI Sukses Gelar Citra Istakarya Nusantara Award 2026 & Humanitarian Excellence Award

KabareTegal – Kita patut memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Wanita Muslimah Indonesia (WMI) yang sukses menggelar acara Citra Istakarya Nusantara Award 2026 dan Humanitarian Excellence Award di Menara Kuningan, Jl. HR. Rasuna Said No.5, Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (14/2/2026).

Dengan misi-visi WMI Kreatif Inovatif Produktif, Menjemput Rizki dengan Berbagi, meraih Berkah dengan Sedekah.

“Alhamdulillah acara hari ini berjalan dengan lancar, “ kata DR. Aliefety Putu Garnida., SST., SKM., SH., MH. Kes., M.Psi., MARS., FISQua., C.EI., FRSPH., MBA., kepada wartawan.

Lebih lanjut, perempuan yang akrab disapa Mami Fie ini menerangkan Wanita Muslimah Indonesia (WMI) sangat bangga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah. “Kemudian, dihadiri juga Duta Besar Syria, Pakistan, Aljazair, Yaman dan Palestina, “ terangnya.

Menurut Mami Fie, acara ini digabungkan dengan perayaan hari ulang tahun dirinya ke-50. “Sebenarnya tidak fokus pada ulang tahunnya, karena ulang tahun 23 Feberuari, tapi karena para pengurus ingin membuat gathering semacam kumpul bersama menjelang Ramadhan,“ bebernya/

Mami Fie menyampaikan WMI ingin mengembangkan ke berbagai negara di seluruh dunia. “Alhamdulillah, selama ini WNI sudahada di Turki, Hongkong, Singapura, Pakistan, Syria, Aljazair, Yaman, Australia, Belanda dan negara-negara lainnya, “ paparnya.

WMI semakin dikembangkan, kata Mamie Fie, karena banyak wanita Indonesia yang menikah dengan negara asing, yang tentu perlu disupport, didukung. “WMI di setiap negara juga membutuhkan komunikasi yang baik. “

Harapan Mami Fie ke depan. “Dengan adanya WMI bisa menjembatani seluruh wanita Indonesia, khususnya wanita muslimah Indonesia, bisa bersinergi menjadi wanita kreatif, inovatif dan produktif, “ pungkas Mamie Foe optimis.

Sementara itu, Penasehat WMI Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K), yang juga mantan Menteri Kesehatan RI, menyampaikan acara ini bagus sekali dalam rangka mengekspos wanita-wanita muslimah yang inspiratuf, khususnya di Indonesia, dan wanita muslimah seluruh dunia. “Insya Allah Wanita Muslimah Indonesia bisa menyebarkan cita-cita wanita muslimah yang kreatif, inovatif dan produktif, “ ujarnya.
Siti Fadilah mengaku kagum sekali dengan kegiatan WMI yang didirikan oleh Mami Fie. “Mereka sangat bersemangat, mereka militan, mereka mengerti apa yang harus dikerjakan dalam organisasi ini,“

Menurut Siti Fadilah, jika AD/ART WMI bisa dijalankan dengan baik. “Maka WMI bisa membangkitkan wanita muslimah khususnya wanita muslimah di Indonesia untuk menjadi wanita yang kreatif, inovatif, dan produktif, “ harapannya.

Sedangkan, KRAy. T. Roro Fitria, SE., MM., menyampaikan selamat kepada Mamie Fie atas acara WMI yang telah memberikan penghargaan kepada dirinya sebagai Tokoh Perempuan Pelopor Seni dan Budaya Indonesia. “Suatu apresiasi yang sangat luar biasa dari WMI kepada Nyai, “ ungkapnya mantap.

Harapan Roro Fitria terhadap WMI ke depan, pencapaian hari ini bisa memotivasi seluruh wanita muslimah Indonesia. “Semoga WMI bisa memupuk skill para wanita muslimah Indonesia dan bisa menambahkan ekonomi keluarga, “ harapannya.

Sebagai Tokoh Perempuan Pelopor Seni dan Budaya Indonesia, Roro merasa punya tanggung jawab bisa menambah menguri-nguri kebudayaan Indonesia. “Seperti hijab sanggul yang Nyai kreasi sendiri, brand sendiri, tidak mengurangi seorang figur muslimah, tapi juga tidak mengurangi pakem dari budaya Jawa sendiri, siapa yang mau menimba ilmu kepada Nyai, monggo, silakan, gratis, agar wanita muslimah lebih banyak lagi skillnya, “ tandasnya.

Adapun, Pendiri Universtas Bima Sakapenta (Ubisa) Tegal, Khafdilah, SH., MH., menyampaikan acara ini bagus sekali dan sangat bergengsi. “Acara ini harus terus dilaksanakan untuk memotivasi wanita muslimah Indonesia, “ ujarnya.

Harapan Khafdilah terhadap WMI ke depan. “WMI sebagai wadah untuk wanita muslimah Indonesia dapat menyeimbangkan peran serta wanita, khususnya bidang usaha, agar tidak meninggalkan kodrat sebagai wanita, “ harapannya.

Khafdilah menyampaikan pihaknya agar terus mendukung WMI sebagai mitra Ubisa Tegal. “Kita dukung WMI untuk terus memajukan wanita muslimah Indonesia yang kreatif, inovatif dan produktif, “ pungkas Khafdilah optimis.***

About AKHMAD SEKHU

Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan, ini lahir 27 Mei 1971 di desa Jatibogor, Suradadi, Tegal, Jawa Tengah. Tinggal di Jakarta, bekerja sebagai wartawan. Puisi-puisinya masuk sekitar 80 buku antologi komunal (1994-2025). Buku antologi puisi tunggalnya; Penyeberangan ke Masa Depan (Yayasan Sastra Gading, 1997), Cakrawala Menjelang (Yayasan Aksara Indonesia, 2000), Memo Kemanusiaan (Balai Pustaka, 2022). Novelnya: Jejak Gelisah (2005) diterbitkan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo, Gramedia Group), Chemistry (Bubble Books, 2018), Pocinta (Prabu21, 2021). Catatan tentang kesastrawanannya masuk dalam Bibliografi Sastra Indonesia (2000), Leksikon Susastra Indonesia (2001), Buku Pintar Sastra Indonesia (2001), Leksikon Sastra Jakarta (2003), Ensiklopedi Sastra Indonesia (2004), Gerbong Sastrawan Tegal (2010), Apa & Siapa Penyair Indonesia (2017), dan lain-lain. Karya-karyanya sudah banyak dijadikan bahan penelitian dan skripsi tingkat sarjana. Memenangkan Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999) dan Pemenang Favorit Sayembara Mengarang Puisi Teroka-Indonesiana "100 Tahun Chairil Anwar" (2022).

View all posts by AKHMAD SEKHU →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *