Dowajuseyo – Tolong Saya ! Film yang Bawa Nilai-nilai yang Membanggakan Orang Tua

Kabaretegal – Adegan pembuka yang kelam dan teriakan minta tolong mengusik keseharian Tania diperankan Saskia Chadwick yang kerasukan roh korban perkosaan Min Yong Perempuan Malang Korea sampai bersua lagi dengan Dokter Park.

Anda akan menjumpai Kim Geba atau yang akrab disapa Bung Korea,  turut memperkuat narasi film ini. Berperan sebagai seorang dokter Park yang jatuh cinta ke Tania (Saskia Chadwick).

Dowajuseyo memperjelas kepercayaan masyarakat Korea terhadap dunia roh yang menjadi latar belakang cerita.

Saat preskon, Rabu (21/1/2026) juga hadir Baby kandidat doktor yang ikut membantu penulisan skenario bersama Nuke, ia akui Dowajuseyo adalah kisah nyata saat ia masih diploma.

“Kepercayaan pada arwah dan kesurupan masih sangat kuat di masyarakat modern Korea. Masyarakat sering melakukan ritual khusus jika merasa diikuti roh jahat atau pembawa kesialan, saya beruntung dilayarlebarkan Heart Pictures, ” ucapnya lugas.

Lanjut dijelaskan praktik mendatangi fortune teller atau peramal masih menjadi bagian dari gaya hidup. Dalam film ada perempuan gopay diperankan aktris senior Yati Surahman.

Herty Purba memastikan karya perdana Heart Pictures di Busan Korea Selatan ini menjadi momentum perempuan bersuara.

Meski mengusung genre horor dan penuh ketegangan, film ini juga menyelipkan pesan edukatif bagi pelajar Indonesia.

“Ada pesan agar anak-anak yang sekolah atau kuliah di luar negeri tetap hati-hati, fokus pada pendidikan, dan tetap membawa nilai-nilai yang membanggakan orang tua,” jelas Herty Purba owner of Heart Pictures yang sedang persiapkan film berikutnya Sahabat Anak dan Black Coffee.

Film bergenre horor ini mengangkat mitos serta kepercayaan supranatural masyarakat Korea Selatan yang dipadukan dengan pengalaman nyata mahasiswa Indonesia di sana.

Film arahan sutradara Nur Muhammad Taufik dan Sjahfasyat Bianca ini dibintangi Saskia Chadwick, Kim Geba, Cinta Brian, Dito Darmawan, dan Aruma Khadijah.

Tolong Saya! (Dowajuseyo) dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026.***

About AKHMAD SEKHU

Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan, ini lahir 27 Mei 1971 di desa Jatibogor, Suradadi, Tegal, Jawa Tengah. Tinggal di Jakarta, bekerja sebagai wartawan. Puisi-puisinya masuk sekitar 80 buku antologi komunal (1994-2025). Buku antologi puisi tunggalnya; Penyeberangan ke Masa Depan (Yayasan Sastra Gading, 1997), Cakrawala Menjelang (Yayasan Aksara Indonesia, 2000), Memo Kemanusiaan (Balai Pustaka, 2022). Novelnya: Jejak Gelisah (2005) diterbitkan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo, Gramedia Group), Chemistry (Bubble Books, 2018), Pocinta (Prabu21, 2021). Catatan tentang kesastrawanannya masuk dalam Bibliografi Sastra Indonesia (2000), Leksikon Susastra Indonesia (2001), Buku Pintar Sastra Indonesia (2001), Leksikon Sastra Jakarta (2003), Ensiklopedi Sastra Indonesia (2004), Gerbong Sastrawan Tegal (2010), Apa & Siapa Penyair Indonesia (2017), dan lain-lain. Karya-karyanya sudah banyak dijadikan bahan penelitian dan skripsi tingkat sarjana. Memenangkan Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999) dan Pemenang Favorit Sayembara Mengarang Puisi Teroka-Indonesiana "100 Tahun Chairil Anwar" (2022).

View all posts by AKHMAD SEKHU →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *