WMI Lakukan Kunjungan ke Wamenkop, Silaturahmi & Ingin Dapat Arahan Langsung

KabareTegal – Kita patut memberi apresiasi tinggi kepada organisasi Wanita Muslimah Indonesia (WMI) yang selalu melakukan agenda kunjungan. Kali ini, WMI melakukan kunjungan ke Kementerian Koperasi Republik Indonesia, beberapa waktu yang lalu.

WMI yang terdiri dari Pembina WMI Pusat, Marifah Hanif Dhakhri M.Pd, Founder sekaligus Ketua Umum WMI Dr. Aliefety Putu Garnida CHt., SSt., SKM., SH., MH.Kes., MARS., FISQua., C.EI., FRSPH., bersama pengurus pusat WMI melakukan audiensi ke Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah, M.Si.

Kunjungan WMI disambut hangat oleh Wamenkop di ruang kerjanya bersama beberapa staff-nya.

{“remix_data”:[],”remix_entry_point”:”challenges”,”source_tags”:[],”origin”:”unknown”,”total_draw_time”:0,”total_draw_actions”:0,”layers_used”:0,”brushes_used”:0,”photos_added”:0,”total_editor_actions”:{},”tools_used”:{“transform”:1},”is_sticker”:false,”edited_since_last_sticker_save”:true,”containsFTESticker”:false}
Ketua Umum WMI yang akrab dipanggil Mami Lefie menyampaikan bahwa kedatangan WMI selain bersilaturahmi juga ingin mendapat arahan langsung dari Wamenkop.

“Kunjungan ini adalah komitmen kami WMI yang mana di dalamnya membidangi juga wirausaha dan industri kreatif serta UMKM, “ ujar Mami Lefie.

Kementerian Koperasi sekarang memang tidak membawahi UMKM secara struktural, tapi tetap menjadi wadah dan mitra strategis untuk membantu UMKM tumbuh dengan memberikan akses modal, perluasan pasar pelatihan, penyediaan bahan baku murah, serta menjadi kekuatan kolektif melalui program seperti ‘UMKM Holding’ atau klaster, agar UMKM bisa naik kelas dan lebih kompetitif.

“Koperasi berperan sebagai ekosistem pendukung yang berbasis gotong royong dan kekeluargaan, membantu UMKM  mengatasi tantangan pembiayaan, pemasaran dan pengembangan kapasitas, “ ungkapnya mantap.

Lebih lanjut, Mami Lefie menerangkan maksud dan tujuan dari kunjungan WMI. “Kami membahas pemberdayaan UMKM, legalitas usaha, kewirausahaan, dan program strategis lainnya demi mendukung kegiatan Wanita Muslimah Indonesia. Sehingga bila mendapat ilmu, saran dan masukan dari ibu Wakil Menteri tentunya akan kami sampaikan pula pada seluruh anggota WMI,” terangnya.

Menurut Mami Lefie, himbauan dari wakil menteri juga mengarah pada bagaimana pembentukan dan pengembangan organisasi yang tentunya bisa bermanfaat untuk pengurus, anggota dan masyarakat.

Wamenkop memberi arahan, bahwa WMI harus bisa menghadirkan para narasumber yang berkualitas, yang mampu memberikan inovasi sebagaimana komitmen WMI di dalam misi visi yang ada. Karena ini menjadi sebuah tolak ukur  yang  baik dan akan terus kita kembangkan untuk memajukan negeri, bukan untuk diri sendiri maupun anggota saja, tetapi juga untuk negara,” tuturnya lembut.

Wamenkop berharap kunjungan ini dapat membuka wawasan dan pemikiran yang lebih luas lagi untuk organisasi WMI. .

Bertemunya WMI dengan Wamenkop dapat menjadi ajang diskusi yang bermanfaat.

Sementara itu, Pembina WMI Pusat, Marifah Hanif Dhakhri M.Pd menyampaikan bahwa WMI memiliki tugas dan fungsi dalam penyelenggaraan kegiatan kemanusiaan, keagamaan, seni-budaya-pariwisata, pendidikan dan kesehatan, wirausaha-industri kreatif dan UMKM, pemberdayaan wanita, perlindungan anak dan wanita serta kegiatan remaja dan olah raga.

“Tugas utama kami intinya itu melakukan pengelolaan, pengawasan, serta terjun langsung dalam banyak nya kegiatan yang ada di WMI sehingga bagaimana kehadiran WMI bisa di terima di seluruh lapisan masyarakat,” ujar istri mantan Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri.

Adapun, di tempat terpisah Sekjen WMI dr. Aldena Cinka Nauratefida Putty C.EI., MARS., FISQua juga mengungkapkan bahwa wanita memiliki peran yang sangat penting sebagai tiang negara. Dan, di sana wanita harus berperan serta memiliki banyak pemikiran yang  dalam segala bidang. Minimal memikirkan bagaimana keluarganya bahagia dan sejahtera. Selain bisa menjadi ibu dan istri yang baik, wanita juga memiliki peluang untuk maju sesuai bidang dan keahlian yang dimilikinya.

“Intinya kami memastikan bahwa seluruh kegiatan positif yang ada di WMI bisa berpeluang untuk makin berkembang dan tentunya kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak terutama Pemerintah. Semoga Organisasi yang baru berjalan lima tahun ini bisa berjalan optimal bisa memiliki tata kelola yang baik,” pungkasnya optimis.***

About AKHMAD SEKHU

Akhmad Sekhu, wartawan dan juga sastrawan, ini lahir 27 Mei 1971 di desa Jatibogor, Suradadi, Tegal, Jawa Tengah. Tinggal di Jakarta, bekerja sebagai wartawan. Puisi-puisinya masuk sekitar 80 buku antologi komunal (1994-2025). Buku antologi puisi tunggalnya; Penyeberangan ke Masa Depan (Yayasan Sastra Gading, 1997), Cakrawala Menjelang (Yayasan Aksara Indonesia, 2000), Memo Kemanusiaan (Balai Pustaka, 2022). Novelnya: Jejak Gelisah (2005) diterbitkan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo, Gramedia Group), Chemistry (Bubble Books, 2018), Pocinta (Prabu21, 2021). Catatan tentang kesastrawanannya masuk dalam Bibliografi Sastra Indonesia (2000), Leksikon Susastra Indonesia (2001), Buku Pintar Sastra Indonesia (2001), Leksikon Sastra Jakarta (2003), Ensiklopedi Sastra Indonesia (2004), Gerbong Sastrawan Tegal (2010), Apa & Siapa Penyair Indonesia (2017), dan lain-lain. Karya-karyanya sudah banyak dijadikan bahan penelitian dan skripsi tingkat sarjana. Memenangkan Lomba Cipta Puisi Perguruan Tinggi se-Yogyakarta (1999) dan Pemenang Favorit Sayembara Mengarang Puisi Teroka-Indonesiana "100 Tahun Chairil Anwar" (2022).

View all posts by AKHMAD SEKHU →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *